Harga Minyak Tergelincir 3 Persen

Harga minyak di hari Selasa turun lebih dari 3 %, walau ditutup dari level paling rendah hari itu, ditengah-tengah kecemasan mengenai potensial keinginan bahan bakar sebab Eropa serta Amerika Serikat bergelut dengan kenaikan infeksi virus corona baru.

Analis yang disurvei oleh Reuters memprediksi stok minyak mentah AS bertambah 1,6 juta barel minggu kemarin.

Minyak mentah West Texas Intermediate turun USD 1,31, atau 3,2 %, jadi USD 39,29 per barel.

“Lanscape COVID yang berubah ialah efek pengurangan besar untuk harga minyak mentah,” kata Craig Erlam, analis senior di OANDA.

Kepala rumah perdagangan paling besar di dunia memprediksi pemulihan keinginan minyak serta harga datar dalam beberapa waktu kedepan serta bahkan bisa saja beberapa tahun kedepan.

Benturan di antara Armenia serta Azerbaijan atas daerah Nagorno-Karabakh membuat pasar resah. Bila perselisihan menghangat, dapat memengaruhi export migas dari Azerbaijan.

Untuk kali pertamanya dalam riwayat harga minyak dunia sentuh angka minus. Ini berlangsung sebab suplai yang banyak tetapi sedikit negara yang beli minyak dengan cara fisik.

Analis yang disurvei oleh Reuters memprediksi stok minyak mentah AS bertambah 1,6 juta barel minggu kemarin.

Minyak mentah West Texas Intermediate turun USD 1,31, atau 3,2 %, jadi USD 39,29 per barel.

“Lanscape COVID yang berubah ialah efek pengurangan besar untuk harga minyak mentah,” kata Craig Erlam, analis senior di OANDA.Benturan di antara Armenia serta Azerbaijan atas daerah Nagorno-Karabakh membuat pasar resah. Bila perselisihan menghangat, dapat memengaruhi export migas dari Azerbaijan.

By Yesenia

Leave a Reply

Your email address will not be published.